Pertemuan 6
Sabar
Kesabaran merupakan salah satu ciri
mendasar orang yang bertaqwa. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran setengah
keimanan. Sabar memiliki kaitan erat dengan keimanan: seperti kepala dengan
jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana tidak
ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itu, Rasulullah saw.
menggambarkan ciri dan keutamaan orang beriman sebagaimana hadits di atas.
Makna Sabar
Sabar merupakan istilah dari bahasa
Arab dan sudah menjadi istilah bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “shabara”,
yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran“. Dari segi bahasa, sabar
berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah
dalam Al-Qur’an: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang
menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan
janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan
kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami
lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah
keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)
Perintah bersabar pada ayat di atas
adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang
yang menyeru Rabnya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di
atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin
bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah swt.
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar
adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan
lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak
terarah.
Amru bin Usman mengatakan, bahwa
sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan
tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam Al-Khawas, “Sabar adalah refleksi
keteguhan untuk merealisasikan Al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sabar tidak
identik dengan kepasrahan dan ketidakmampuan. Rasulullah saw. memerintahkan
umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh
Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang).”
Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang
berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri, terdapat 103 kali disebut dalam
Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa
kesabaran menjadi perhatian Allah swt.
1. Sabar merupakan perintah Allah.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar
dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:
153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus:
109, Hud: 115.
2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa).
“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari
rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…”
(Al-Ahqaf: 35)
3. Pujian Allah bagi orang-orang yang
sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam
peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah
orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)
4. Allah akan mencintai orang-orang
yang sabar. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
5. Kebersamaan Allah dengan
orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya
yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta
orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)
6. Mendapatkan pahala surga dari
Allah. (Ar-Ra’d: 23 – 24)
Kesabaran Sebagaimana Digambarkan
Dalam Hadits
Sebagaimana dalam Al-Qur’an, dalam
hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menggambarkan kesabaran. Dalam kitab
Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar.
Secara garis besar:
1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ”
(cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu
menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan
cahaya yang terang…” (HR. Muslim)
2. Kesabaran merupakan sesuatu yang
perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah pernah menggambarkan:
“…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah
akan menjadikannya seorang yang sabar…” (aHR. Bukhari)
3. Kesabaran merupakan anugerah Allah
yang paling baik. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi
sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun
Alaih)
4. Kesabaran merupakan salah satu
sifat sekaligus ciri orang mukmin, sebagaimana hadits yang terdapat pada
muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala
perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia
mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa
musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut
adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
5. Seseorang yang sabar akan
mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik
ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah
berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian
diabersabar, maka aku gantikan surga baginya’.” (HR. Bukhari)
6. Sabar merupakan sifat para nabi.
Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud
berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang
nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah
dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena
sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)
7. Kesabaran merupakan ciri orang
yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu
Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang
pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya
ketika marah.” (HR. Bukhari)
8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa.
Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra. bahwa
Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan,
sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang
menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal
tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)
9. Kesabaran merupakan suatu
keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan
kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada
Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau
kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah
saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan
datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang
harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini
sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu
lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)
Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi
tiga:
1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah.
Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara
tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau
dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar.
Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena
bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya,
(malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
2. Sabar dalam meninggalkan
kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar,
terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah
(baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.
3. Sabar dalam menghadapi ujian dan
cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi
ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.
Kiat-kiat Untuk Meningkatkan
Kesabaran
Ketidaksabaran (baca; isti’jal)
merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak dini. Karena hal
ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak maksimal,
terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah,
diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di antaranya:
1. Mengikhlaskan niat kepada Allah
swt.
2. Memperbanyak tilawah (membaca)
Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal
lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan.
3. Memperbanyak puasa sunnah. Puasa
merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah
usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu
yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.
5. Mengingat-ingat kembali tujuan
hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.
6. Perlu mengadakan latihan-latihan
sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah
dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian
melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran
para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.
ri
mendasar orang yang bertaqwa. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran setengah
keimanan. Sabar memiliki kaitan erat dengan keimanan: seperti kepala dengan
jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana tidak
ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itu, Rasulullah saw.
menggambarkan ciri dan keutamaan orang beriman sebagaimana hadits di atas.
Makna Sabar
Sabar merupakan istilah dari bahasa
Arab dan sudah menjadi istilah bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “shabara”,
yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran“. Dari segi bahasa, sabar
berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah
dalam Al-Qur’an: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang
menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan
janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan
kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami
lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah
keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)
Perintah bersabar pada ayat di atas
adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang
yang menyeru Rabnya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di
atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin
bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah swt.
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar
adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan
lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak
terarah.
Amru bin Usman mengatakan, bahwa
sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan
tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam Al-Khawas, “Sabar adalah refleksi
keteguhan untuk merealisasikan Al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sabar tidak
identik dengan kepasrahan dan ketidakmampuan. Rasulullah saw. memerintahkan
umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh
Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang).”
Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang
berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri, terdapat 103 kali disebut dalam
Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa
kesabaran menjadi perhatian Allah swt.
1. Sabar merupakan perintah Allah.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar
dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:
153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus:
109, Hud: 115.
2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa).
“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari
rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…”
(Al-Ahqaf: 35)
3. Pujian Allah bagi orang-orang yang
sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam
peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah
orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)
4. Allah akan mencintai orang-orang
yang sabar. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
5. Kebersamaan Allah dengan
orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya
yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta
orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)
6. Mendapatkan pahala surga dari
Allah. (Ar-Ra’d: 23 – 24)
Kesabaran Sebagaimana Digambarkan
Dalam Hadits
Sebagaimana dalam Al-Qur’an, dalam
hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menggambarkan kesabaran. Dalam kitab
Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar.
Secara garis besar:
1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ”
(cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu
menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan
cahaya yang terang…” (HR. Muslim)
2. Kesabaran merupakan sesuatu yang
perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah pernah menggambarkan:
“…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah
akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)
3. Kesabaran merupakan anugerah Allah
yang paling baik. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi
sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun
Alaih)
4. Kesabaran merupakan salah satu
sifat sekaligus ciri orang mukmin, sebagaimana hadits yang terdapat pada
muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala
perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia
mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa
musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut
adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
5. Seseorang yang sabar akan
mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik
ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah
berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian
diabersabar, maka aku gantikan surga baginya’.” (HR. Bukhari)
6. Sabar merupakan sifat para nabi.
Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud
berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang
nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah
dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena
sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)
7. Kesabaran merupakan ciri orang
yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu
Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang
pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya
ketika marah.” (HR. Bukhari)
8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa.
Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra. bahwa
Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan,
sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang
menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal
tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)
9. Kesabaran merupakan suatu
keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan
kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada
Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau
kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah
saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan
datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang
harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini
sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu
lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)
Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi
tiga:
1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah.
Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara
tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau
dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar.
Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena
bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya,
(malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
2. Sabar dalam meninggalkan
kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar,
terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah
(baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.
3. Sabar dalam menghadapi ujian dan
cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi
ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.
Kiat-kiat Untuk Meningkatkan
Kesabaran
Ketidaksabaran (baca; isti’jal)
merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak dini. Karena hal
ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak maksimal,
terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah,
diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di antaranya:
1. Mengikhlaskan niat kepada Allah
swt.
2. Memperbanyak tilawah (membaca)
Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal
lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan.
3. Memperbanyak puasa sunnah. Puasa
merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah
usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu
yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.
5. Mengingat-ingat kembali tujuan
hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.
6. Perlu mengadakan latihan-latihan
sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah
dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian
melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran
para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.